Suku Jawa di Aceh
Suku Jawa di Aceh adalah orang ber-suku Jawa yang tinggal di provinsi Aceh. Orang Jawa di Pulau Jawa juga menyebut orang Jawa di Aceh dengan Jawa Sabrang Lor diambil dari julukan Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor karena meninggal saat bertempur bersama pasukan Kesultanan Aceh melawan Portugis di Malaka, sebutan yang serupa juga dilabelkan kepada suku Jawa di Sumatra Utara dengan Jawa Deli. Sebagian dari mereka telah bercampur dengan suku asli yang ada di Aceh baik dari garis nenek, kakek, bapak, atau dari garis keturunan ibu. Sebagian lagi masih memiliki keturunan asli. Dari segi bahasa, bahasa Jawa masih dianggap salah satu dialek dari bahasa Jawa ngoko yang telah bercampur dengan bahasa-bahasa setempat sehingga tidak sama persis dengan bahasa Jawa ngoko di Jawa, walaupun keduanya masih bisa saling memahami. Tidak seperti masyarakat Jawa pada umumnya suku Jawa di Aceh sudah tidak mengenal tingkatan bahasa, tetapi terdapat perbedaan pada intonasi suaranya.
- Pertempuran Batèë Iliëk
- Pada tahun 1880, Samalanga berperang melawan Belanda. Pada tanggal 30 Juni 1880, sebuah detasemen yang dipimpin oleh LetDa. HJ. Berghuis van Woortman diserang secara mendadak. Karel van der Heijden harus mengirimkan ekspedisi ke sana yang dipimpin oleh
- Agus Nur Amal
- Agus Nur Amal adalah seorang pendongeng dan seniman tutur yang berasal dari Aceh. Seni mendongeng yang ditampilkannya terinspirasi dari seni tutur tradisional Aceh yang dibawakan oleh Adnan PMTOH. Dalam penampilannya ia berimajinasi dengan barang-barang
- Rapai
- Rapa'i adalah sebuah alat musik pukul yang berasal dari Aceh. Menurut kepercayaan masyarakat Aceh, alat musik ini diciptakan oleh Syekh Ahmad bin Rifa'i yang merupakan pendiri tarikat Rifa'iyyah
- Harun Keuchik Leumiek
- H. Harun Keuchik Leumiek adalah seorang pengusaha, wartawan, penulis, dan tokoh masyarakat Aceh. Sempat mengenyam pendidikan formal di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala sampai semester I, selanjutnya ia terjun langsung dalam bisnis keluarga yang
- Zainal Abidin II dari Samudera Pasai
- Sultan Zainal Abidin II atau Sultan Zainal 'Abidin Ra-Ubabdar adalah sultan Samudera Pasai yang ke-5. Ia memerintah sampai dengan wafatnya pada tahun 841 H/1438 M. Nama lengkapnya adalah Zainal ‘Abidin bin Ahmad bin Ahmad bin Muhammad bin Al-Malik Ash
- Kerajaan Daya
- Kerajaan Daya adalah sebuah kerajaan yang terletak di Lamno, Kabupaten Aceh Jaya
- Teuku Abdullah Sakti
- Teuku Abdullah Sakti adalah seorang pakar budaya dan sastra Aceh. Ia lahir di Gampong Bucue, Kecamatan Sakti, Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh pada tahun 1954. Pendidikan yang ditempuhnya adalah SD Lameue, SMI Kota Bakti, SMP Negeri Beureunuen, dan SMA Negeri
- Zainal Abidin IV dari Samudera Pasai
- Sultan Zainal Abidin IV adalah Sultan terakhir dari Kesultanan Samudera Pasai berdasarkan bukti yang ditemukan makamnya di kawasan tinggalan sejarah Madinah Syumuthrah, tepatnya di kompleks pemakaman kesultanan di Gampong Meunasah Meucat-Blangme
- Johan Harmen Rudolf Köhler
- Johan Harmen Rudolf Köhler ialah seorang jenderal Belanda yang memimpin KNIL dalam Perang Aceh Pertama pada tahun 1873
- Lamine Yamal
- Lamine Yamal Nasraoui Ebana adalah seorang pemain sepak bola Spanyol yang bermain sebagai penyerang untuk klub La Liga, Barcelona